PAREPARE. Panitia lelang proyek pengadaan barang dan Jasa pemerintah Kota Parepare, sampai saat ini belum mampu menjawab semua sanggahan yang diajukan peserta tender terhadap puluhan  paket proyek yang telah dilelang.
“Ada beberapa sanggahan tim tujuh pada sejumlah paket proyek telah ditetapkan pemenangnya, sampai saat ini baru segelintir dijawab panitia. Hal ini semakin mendekati adanya ketidak wajaran dalam proses tender proyek yang digelar pemerintah kota Parepare baru-baru ini,” kata Ridha Ali, penasehat tim Tujuh kepada Parenews siang tadi, Selasa (17/8) di Posko Tim Tujuh Jalan Abubakar Lambogo Parepare.
Ridha Ali mengungkapkan, sanggahan banding yang telah diajukan tim Tujuh terhadap sejumlah paket proyek, seharusnya sudah mendapatkan jawaban karena sudah lama diajukan, bahkan ada sejumlah paket proyek telah dikerjakan pemenang tender yang masuk kategori sanggahan, belum

diberikan jawaban sanggahan oleh panitia.
Mantan wakil ketua DPRD Parepare ini menduga, keputusan panitia menggugurkan peserta tender

penawar terendah dengan alasan yang tidak subtantif dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan,

sehingga sulit memberikan jawaban atas sanggahan diajukan peserta lelang.
“Jika panitia beralasan menggugurkan penawar terendah dengan dalih tidak responsif, maka itu

adalah keputusan yang keliru atau sengaja melabrak aturan demi kepentingan panitia.

Penawaran responsif sesuai Keppres Nomor 18 Tahun 2003 tentang pengadaan barang dan jasa

pemerintah, adalah penawaran yang memenuhi ketentuan dan persyaratan pokok administrasi dan

spesifikasi teknis yang ditentukan dalam dokumen pengadaan barang dan jasa tanpa adanya

penyimpangan yang berarti atau penting. Penawaran dikategorikan responsif, jika panitia

melakukan klarifikasi terhadap penawar terendah tersebut dengan memeriksa kelengkapan yang

akan mendukung pelakasanaan pekerjaan nantinya,” terang Ridha Ali
Ridha juga menpertanyakan, dua paket proyek pemerintah kota Parepare dinilai misterius yakni, proyek pembangunan gedung arsip dan pembangunan landasan kontainer. Kedua proyek tersebut telah dilelang namun dibatalkan kembali oleh panitia karena dinilai semua penawar tidak memenuhi syarat. Hanya saja, pembatalan tersebut sudah lama dilakukan oleh panitia, namun belum dilakukan tender ulang, sehingga ada kesan kedua proyek itu akan ditender secara tertutup. (ruslan nawir).

Did you like this? Share it: