|
9power? Saatnya merasakan kecepatan & accelerasi dan hemat BBM motor dan mobil anda melalui alat sederhana Harga cuma Rp 120rb/set Hubungi Sales Kami Via SMS HP : 085242662755 parenews.com |
Proses Tender Akan Dibedah
PAREPARE. Untuk mengakhiri polemik antara tim Tujuh yang menilai terjadi kecurangan dalam
proses tender dan panitia mengklaim telah melakukan sesuai dengan mekanisme, maka LSM
Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) akan membedah polemik itu awal September mendatang.
“Setelah mengamati statemen Tim Tujuh dan panitia lelang tender poyek pada sejumlah media
cetak dan elektronik. Baik Tim Tujuh maupun panitia keduanya berkeyakinan pada penilaian mereka tentang proses tender, sisi lain mengklaim terjadi kecurangan lainnya mengklaim sudah sesuai prosedur, sehingga kami dari LIRA menganggap perlu membedah kasus ini agar jelas akar
persoalannya,” kata Ruslan Amin, Walikota LIRA Parepare kepada Parenews siang tadi di
Sekretariat LIRA Parepare, Sabtu 28 Agustus 2010.
Menurut Ruslan, kegiatan bedah kasus dilakukan untuk mengangkat isu-isu atau kasus-kasus
yang dianggap paling strategi yang berhubungan dengan sosial kemasyarakatan, untuk
dipecahkan dan dicari jalan penyelesaiannya sesuai dengan fakta yang ada. “Kegiatan bedah
kasus yang direncanakan tanggal 2 September 2010 di Hotel Grand Star Parepare, diharapkan
penyelesaian kasus tersebut bisa berjalan dengan baik,” ujar Ruslan.
Lebih jauh dikatakan, bedah kasus ini, berupaya menampung saran, pendapat maupun buah
pikiran cemerlang dari ahli dan pakar berbagai unsur dengan tujuan memberantas korupsi di
Parepare.
“Dengan kegiatan Bedah Kasus ini adalah pembahasan yang mendalam mengenai proses tender
proyek, sehingga diharapkan nantinya kasus yang akan diangkat dapat terselesaikan.
Rekomendasi dihasilkan pada kegiatan ini dapat dijadikan acuan bagi para pihak-pihak yang
berkompeten dalam mengambil kebijakan,” terang Ruslan.
Rencananya, kegiatan bedah kasus ini akan menghadirkan sejumlah pakar dan LSM sebagai nara
sumber diantaranya, ketua Komisi Pemantau Legislatif (kopel), Syamsuddin Alimsyah dan pakar
keuangan, Winarto serta Tim Tujuh.
Turut diundang dalam kegiatan tersebut, semua kepala Instansi dalam lingkup pemerintah Kota
Parepare, anggota DPRD serta masyarakat Umum. Sementara Mahasiswa, LSM dan Pers diharapakan
Ruslan, sebagai penanya pada bedah kasus yang digelar di Hotel Grand Star awal September
nanti, agar bedah kasus lebih semarak dan dapat ditemukan kejelasan atas kasus yang dibedah
nantinya.
Terpisah, sekretaris PWI Perwakilan Parepare, Dulkin Sikki mengatakan, bedah kasus yang akan
digelar tersebut lebih berbobot jika menghadirkan pakar pers. “Media merupakan ruang publik
yang sering memberitakan proses tender proyek Parepare, makanya patut dibedah juga dari
kacamata Pers, apakah kepentingan publik sudah terlindungi atas pemberitaan tentang proses
tender proyek di Parepare dan sejumlah pemberitaan terkait dugaan korupsi. Dan apakah ada
jaminan keamanan jika wartawan gencar memberitakan persoalan korupsi,” katanya. (ruslan nawir).
