|
9power? Saatnya merasakan kecepatan & accelerasi dan hemat BBM motor dan mobil anda melalui alat sederhana Harga cuma Rp 120rb/set Hubungi Sales Kami Via SMS HP : 085242662755 parenews.com |
Beras Impor Terparkir di Parepare
PAREPARE. Sebanyak 23.900 beras impor akan masuk di Parepare pekan depan dari Thailan yang diangkut tiga kapal asing via Pelabuhan Nusantara Parepare secara bertahap, mulai tanggal 17, 19, hingga 23 Januari 2012. Puluhan ribu ton beras import hanya diparkir atau ditampung sementara di gudang Bulog Lappadde, Parepare untuk didistribusikan ke beberapa daerah dalam wilayah Timur Indonesia.
Kepala Perum Bulog Devisi Regional II Parepare, Abd. Djawas kepada parenews.com sore tadi, Jum’at (13/01/2012) mengatakan, status beras impor yang masuk parepare pekan depan, merupakan titipan pemerintah pusat untuk cadangan pangan masyarakat beberapa daerah di kawasan Timur Indonesia dan tidak akan disalurkan dalam wilayah Sulawesi Selatan dan Barat, karena cadangan beras Sulselbar masih aman dari suplai petani lokal.
“Kami himbau agar masyarakat, khususnya petani, pengusaha beras dan pihak berkompoten untuk tidak panik dengan masuknya beras Impor ke Parepare, karena beras tersebut tidak akan disalurkan di Parepare atau dalam wilayah Sulselbar sehingga tidak bakal menpengaruhi produksi dan harga beras lokal. Kebetulan space gudang bulog di Parepare cukup besar sehingga pemerintah pusat memilih gudang Bulog Parepare sebagai tempat penampungan beras impor untuk cadangan pangan kawasan timur Indonesia,” terang Djawas.
Lebih jauh dikatakan, proses pemindahan beras impor nantinya dari Pelabuhan Nusantara Parepare ke gudang bulog Lapadde dilakukan secara ketat untuk menghindari kebocoran. Pemerintah kota Parepare telah membentuk Tim monitoring dan pengawasan beras impor sebanyak 23.900 ton itu dengan melibatkan unsur muspida setempat dan pihak Bulog Divre II Parepare.
“Beras impor itu harus disimpan di tempat representatif agar tidak terjadi kerusakan, kebetulan gudang Bulog Parepare dengan kapasitas 140.000 ton yakni gudang Lappadde, 100.000 ton, gudang Soreang 40.000 ton, semua gudang tersebut sangat layak sebagai tempat penyimpanan beras dalam waktu beberapa lama dan dapat mencegah penurunan kualitas,” kata Djawas.
Ditempat yang sama, Kepala Bahagian Ekonomi Pemerintah Kota Parepare, Anwar Thalib mengakui pemkot Parepare bersama muspida setempat dengan pihak terkait bersama-sama dalam satu tim dalam pengawasan beras impor tersebut. “Insya Allah akan aman tersimpan di gudang bulog Parepare sampai saat pendistribusian ke daerah yang telah dipriorotaskan pemerintah pusat, jadi Pemkot Parepare bersama Bulog bertanggungjawab menjaga beras yang dititip pemerintah pusat,” ujarnya. (fajar)
