PAREPARE.Secara bertahap beras impor telah masuk ke Parepare yang rencananya akan disimpan di gudang Bulog Lappadde, Parepare sebanyak 23.900 ton, namun Karantina tumbuhan Parepare akan melakukan isolasi terhadap beras asal Thailand itu. Alasannya beras Import tersebut dicurigai memiliki zat kimia melebihi ambang batas konsumsi.

“Ada lima item yang kami teliti pada beras impor dari Thailand ini, jika hasil laboratorium nantinya salah satu item melewati ambang toleransi penggunaan zat kimia pada beras tersebut maka kami rekomendasikan untuk tidak dikonsumsi,” kata Kepala seksi pelayanan operasional Karantina Tumbuhan Parepare, H. Yan Primun Fachrie kepada parenews.com siang tadi di ruang kerjanya, Kamis (26/01/2012).

Menurut Yan Primun, pihak Karantina Tumbuhan Parepare telah melakukan pemeriksaan awal diatas kapal dengan mengambil beberapa sampel beras impor yang akan disimpan di gudang Bulog Lapadde, namun pemeriksaan itu belum cukup sebelum dilakukan penyimpanan secara keseluruhan di gudang. “jadi kami baru mengambil sampel pada permukaan saja, dan itu belum cukup untuk menyimpulkan hasil laboratorium, jadi akan dilakukan pengecekan secara menyeluruh dan ketat,” katanya.

Dalam usaha melindungi kesehatan konsumen pemerintah telah menetapkan tingkat residu yang aman untuk tiap jenis pestisida pada tiap hasil tanaman yang dikonsumsi.”Ambang batas penggunaan insektisida pada tanaman padi tidak melebihi kandungan 0,1 mg/Kg, jika melebihi itu jelas kami rekomendasikan agar beras impor dari Thailand itu tidak bisa dikonsumsi untuk masyarakat Indonesia,” kata Yan Primun.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor. 27/Permentan/PP.340/5/2009 tentang pengawasan keamanan pangan terhadap pemasukan dan pengeluaran segar asal tumbuhan (PSAT). Untuk jenis padi ambang batasnya adalah, metil klorpirifas 0,1 mg/Kg, Diflubenzuran 0,01 mg/Kg, Dikuat 10 mg/Kg, Fipranil 0,01 mg/Kg dan Thiekloprid 0,02 mg/Kg.

Siang tadi, sebanyak 7.584 ton beras impor asal Thailan kembali diturunkan di Pelabuhan Cappa Ujung melalui kapal Ratan Fidelity berbendera Bangladesh, pekan lalu juga telah didatangkan beras impor dengan jumlah menghampiri 10.000 ton melalui pelabuhan yang sama. (Fajar)

Did you like this? Share it: