Muntaber Mewabah, Dinas Kesehatan Pasif
PAREPARE. Sejumlah warga berasal dari beberapa kelurahan di kota Parepare terserang wabah muntah berak atau lasim disebut muntaber, namun dinas kesehatan setempat belum melakukan langkah antisifatif untuk mencegah melebarnya penyakit tersebut, bahkan terkesan pasif.
Meski wabah muntaber sudah menjalar hampir disemua wilayah di Parepare, namun Dinas Kesehatan belum memiliki data akurat tentang jumlah korban yang terserang muntaber. Halipah, petugas medis Dinas Kesehatan Parepare, kepada Parenews mengaku, belum menperoleh laporan dari puskesmas terhadap jumlah korban muntaber.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Lakessi, dr.Megawati mengatakan, sebanyak empat kelurahan dalam wilayah Kecamatan Soreang memiliki intensitas tinggi terserang muntaber yakni, Kelurahan Ujung Baru, Lakessi, Kampung Pisang dan ujung Lare.
Data yang dihimpun Puskesmas Lakessi, penderita muntaber selam empat bulan terakhir ini yakni, Keluarahan Lakessi sebanyak 8 penderita, ujung Baru 5 orang, sementara Kelurahan ujung Lare dan kampung Pisang, masing-masing dua orang penderita.
Umumnya, penderita muntaber di Parepare merupakan anak dibawah usia empat tahun. Menurut Megawati, penyakit muntaber mudah terjangkit diakibatkan lingkungan yang tidak bersih, dan pola makan anak-anak yang tidak dikontrol oleh orang tuanya.
“Jika anak-anak yang berdomisili pada lingkungan kumuh, dibiarkan oleh orang tuanya bermain sembarang tempat dan jajanan yang tidak hiegenis, merupakan faktor cepatnya wabah muntaber bermutasi.
Di Rumah sakit Umum Andi Makkasu Parepare, penanganan pasien penderita muntaber mendapat keluhan dari sejumlah keluarga pasien. Pelayanan rumah sakit milik Pemerintah Kota Parepare sangat lamban, bahkan terkesan kurang pelayanan, khususnya pada pasien yang menggunakan pengobatan Jamkesda.
“Bagaimana pasien bisa cepat sembuh, kalau pelyanan lambat dan kondisi ruangan tempat pasien kelas III yang umumnya dihuni penderita muntaber tidak terawat dan sumpek serta sesak,” ujar Andi Fajar salah satu keluarga pasien penderita muntaber.
Direktur RSUD Andi Makkasau, dr.Hj.Andi Besse Dewagong membantah jika pelayanan terhadap pasien muntaber lamban. Pihak RSUD Anddi Makkassau justru memberikan perhatian khusus terhadap pasien muntaber.
Hingga Mei 2010, pasien muntaber yang ditangani RSUD Andi makkasau sebanyak 166 orang. Penderita muntaber umumnya anak-anak usia dibawa lima tahun, sementara pasien dewasa hanya 12 orang, empat orang diantaranya pasien dari luar kota Parepare.(ruslan nawir)





