Kategori: Nusantara

SPS Adopsi Media Onlne

DENPASAR. Terpilihnya Dahlan Iskan menjadi ketua Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) pada kongres SPS ke 23 di Denpasar Bali, menuai angin segar buat media online. Pasalnya, komisi yang telah dibentuk membahas dan merekomendasikan media online sebagai anggota SPS. Ini dilaporkan salah satu peserta kongres, Andi Ahmad via telepon seluler kepada parenews.com malam tadi di Hotel Aston, Rabu (08/06/2011).

Dilaporkan, kongres berlangsung lebih cepat sehari dari jadwal, ini karena perwakilan penerbit daerah dan pusat serta pengurus daerah menerima laporan pertanggung jawaban pengurus lama dan secara aklamasi mendaulat kembali Dahlan Iskan untuk memimpin SPS.

Menurut Andi Ahmad, pada kongres SPS Denpasar lebih banyak menyoroti tentang ketakutan sebahagian pengelola media cetak akan tergusur oleh keberadaan media online.  Namun Dahlan membangkitkan kembali gairah para pengeloah media cetak dengan mengungkapkan fakta, dimana media cetak empat tahun lalu diramalkan bakal mati dengan berkembangnya media online, tetapi ramalan itu tidak tepat karena media cetak semakin tumbuh subur

“Dengan diadopsinya media online ke SPS, maka akan menumbuhkan persaingan sehat antara media cetak dengan media online maupun sesama media cetak dan diharapkan semua media yang tergabung dalam SPS  tidak akan mati,” kata Andi Ahmad.

Pemimpin Perusahaan Surat Kabar Corong Rakyat ini melaporkan, pada kesempatan itu Dahlan Iskan mengingatkan kepada pengelola media cetak untuk bersinergi dengan dunia online dan tidak menempatkan surat kabar sebagai media cetak semata, sehingga berita-beritanya ditempatkan juga di dunia online.(ruslan nawir)

Did you like this? Share it:

Dua Tahanan Wanita Hamil di Lapas

TENGGARONG. Dua wanita yang ditahan di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Kabupaten Tenggarong hamil, padahal tahanan wanita dan pria dipisahkan.
Kepala seksi Bimbingan dan Pembinaan Narapidana Lapas Tenggarong, Budi Prayitno mengakui hamilnya dua wanita narapidana, namun keduanya telah hamil sebelum masuk lapas.
“Tahanan wanita disini dikarantina, sel mereka kita tutup rapat. Hanya boleh keluar pada pagi hari dan saat membersihkan beras tahanan. Jadi mustahil kalau tersentuh laki-laki, keduanya itu memang hamil sebelum masuk lapas ini. Makanya tidak

benar jika ada issu menuding pelakukanya adalah penghuni atau petugas lapas,” jelas Budi Prajitno.
Selengkapnya »

Did you like this? Share it:

Warning: call_user_func_array() [function.call-user-func-array]: First argument is expected to be a valid callback, 'wpz_footer' was given in /home/parenews/public_html/wp-includes/plugin.php on line 405

Slider by webdesign

PAREPARE.Warga jalan Kebun Sayur dan sekitarnya, ramai-ramai memutuskan berlangganan air bersih pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Parepare, ini akibat kekecewaan warga atas suplai air PDAM pada daerah itu sering macet dalam beberapa bulan terakhir ini. H.Ramli Hafid, salah satu pelanggan air bersih PDAM, siang tadi, Selasa (21/06/2011) mendatangi kantor PDAM Kota Parepare untuk menghentikan berlangganan air PDAM, ini dilakukan setelah sebelumnya beberapa warga kebun sayur melakukan tindakan yang sama menghentikan berlangganan air. "Kami sangat kecewa atas layanan PDAM Kota Parepare, karena suplai air sering macet dan ini sudah berlangsung beberapa bulan bahkan menghampiri setahun, namun pihak PDAM terkesan kurang peduli. Sementara jika kami menunggak membayar air, PDAM rajin melakukan penagihan," ujar Ramli. Aktivis LSM kota Parepare, Andi Asrida saat mendampingi warga memutuskan langganan air di kantor PDAM Parepare mengatakan, seharusnya pihak PDAM menyampaikan secara resmi kepada pelanggan, terkait macetnya suplai air. "Wajib PDAM menyampaikan kepada konsumennya, kenapa suplai air macet beberapa bulan ini dan kapan bisa berjalan normal, itu semua harus dijelaskan kepada pelanggan. Makanya wajar jika warga tidak percaya lagi dengan manajemen PDAM Parepare dengan memutuskan berlangganan karena pelayanan tidak memuaskan," katanya. Kepala Seksi Sarana dan Prasarana PDAM Kota Parepare, La Odi, ST mengakui jika suplai air ke Jalan Kebun sayur dan sekitarnya sering macet, ini akibat pipa air yang terpasang diwilayah tersebut sudah karatan sehingga air yang mengalir sering tersumbat. "Pipa yang tua itu sebenarnya sudah lama direncanakan untuk diganti dengan pipa yang baru, namun karena keterbatasan anggaran, rencana penggantian pipa belum terlaksana. Kami juga sudah mengusulkan kepada pemerintah Kota Parepare agar dikucurkan anggaran penggantian pipa, namun itu juga belum disetujui," terang La Odi. (andi fajar)

Compression Plugin made by Web Hosting