Pemkot Akan Subsidi Biaya Ujian Kompetensi
PAREPARE.Komisi II DPRD Kota Parepare, tengah membahas anggaran untuk biaya ujian kompetensi untuk Sekolah Menengah Kejuruan Kota Parepare, dengan sasaran agar siswa terbebas dari biaya ujian kompetensi.
Ketua Komisi II DPRD Kota Parepare, Ir.H.Kaharuddin Kadir kepada Parenews.com siang tadi di ruang kerjanya mengatakan, Komisi II akan berusaha membebaskan biaya ujian kompetensi bagi siswa SMK Negeri maupun dengan peserta ujian Tahun 2012 sebanyak 1022 siswa dari 13 SMK Negeri dan swasta.
“Kalaupun kondisi keuangan Pemkot tidak bisa menalangi secara keseluruhan biaya ujian kompetensi siswa SMK Parepare, setidaknya kami dari Komisi II akan berupaya memberikan subsidi 75 persen, sehingga ini dapat meringankan beban orang tua siswa karena hanya mengeluarkan biaya 25 persen,” kata Kaharuddin.
Lebih jauh dikatakan Legislator asal Partai Golkar itu, komisi II DPRD Kota Parepare berusaha agar semua warga Parepare dapat menikmati pendidikan sampai tingkat menengah atas secara gratis, namun dengan kondisi keuangan Pemkot yang tidak memungkinkan untuk mewujudkan hal itu, namun tetap berupaya untuk menekan biaya pendidikan khususnya pada Sekolah Menengah Kejuruan yang memerlukan biaya yang tidak sedikit.
“Kami juga telah menyampaikan kepada pihak Dinas Pendidikan, untuk menunda kegiatan yang tidak terlalu penting dengan lebih fokus mengalokasikan anggaran tersebut untuk biaya pendidikan, utamanya dalam memberikan subsidi pada Sekolah Menengah Kajuruan yang memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk setiap siswa,” ujar Kaharuddin.
Komisi II DPRD Kota Parepare diperkirakan akan mengalokasikan dana untuk subsidi biaya ujian kompetensi SMK Negeri dan swasta sebesar Rp. 250 juta untuk Tahun 2012, sehingga biaya ujian kompetensi 1022 siswa SMK bakal tidak dibebankan lagi pada orang tua siswa.
“Jadwal ujian kompetensi SMK Tahun 2012 akan digelar awal Februari tahu ini, jika sampai memasuki ujian kompetensi, APBD Parepare belum disahkan, komisi II telah menyampaikan kepada Dinas Pendidikan untuk menalangi kebutuhan siswa tersebut. Biayanya nanti akan diganti setelah pengesahan APBD, itu jika sampai memasuki bulan Februari APBD Parepare belum disahkan,” terang Kaharuddin. (Fajar)






