Kategori: Sport

KONI Stagnan, Olahraga Bakal Terpuruk

PAREPARE.Prestasi olahraga Parepare bakal terpuruk, akibat induk organisasi yang menata perkembangan olah raga yakni, Komite Olahraga Nasional (KONI) kota Parepare mengalami stagnasi kepengurusan menyusul penguduran diri ketua umum KONI Parepare.

“Seharusnya tokoh olahraga parepare dan semua stake holder mengambil langkah strategis untuk menyegarkan kembali pengurus KONI Parepare, demi menyelematkan potensi olahragawan parepare yang banyak memiliki peluang mengukir prestasi untuk tingkat regional, nasional maupun internasional. JIka KONI parepare sebagai induk organisasi olahraga tidak memiliki pucuk pimpinan, otomatis akan stagnan maka akan diikuti stagnannya prestasi olahraga setempat,” kata Rahmat Syam, ketua umum Pengda PSSI Parepare kepada parenews.com malam tadi, Rabu (29/06/2011).

Menanggapi surat peringatan ketua KONI Sulsel tertanggal 16 Juni 2011 kepada pengurus KONI Parepare untuk segera melaksanakan musyawarah luar biasa, Atto panggilan akrab Rahmat Syam menyatakan, sebagai pengurus dan anggota KONI Parepare wajib menindak lanjuti surat tersebut.

Mundurnya ketua KONI Parepare terkait dengan undang-undang Keolahragaan Nasional Nomor 3 tahun 2005 pasal 40 tentang larangan pejabat publik dan struktural untuk menjadi pengurus KONI yang dipertegas PP Nomor 16 Tahun 2007, mengakibatkan KONI Parepare stagnan sehingga dapat menghambat prestasi olahraga Parepare.

“Agar tidak terjadi kesalahan dan kepengurusan KONI Parepare dapat direstui KONI Pusat, hendaknya dalam musyawarah nantinya menperhatikan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga KONI tahun 2007 khususnya pasal 21 ayat 2 tentang larangan rangkap jabatan untuk ketua umum dan sekretaris juga pengurus cabang olahraga dibawah naungan KONI,” terang Atto. (cullank)

Did you like this? Share it:

Dari Parepare ke Thailand

PAREPARE. Kompetisi sepak bola untuk anak umur 13 tahun pada ajang Yamaha U-13 Football Festival Road to ASEAN Cup 2011 , disambut meriah murid SD dan siswa SMP se kota Parepare. Sebanyak 32 tim terdiri dari utusan Sekolah Dasar (SD), SMP dan klub ikut berlaga pada kompetisi pencarian bakat ini.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mencari bakat-bakat muda yang akan menjadi pemain berkualitas dan berkelanjutan hingga ke tingkat
internasional, juara di Parepare akan dikirim ke Makassar, lalu jika menang selanjutnya ke Jakarta, dan kalau mujur lagi, maka adik-adik
kita akan bermain di luar negeri yaitu Thailand,” terang ketua panita
Yamaha U-13 Drs. Ashari Rahman, MM.

Ketua Harian Persipare H. Abd. Rahman Saleh menyambut positif
kompetisi ini.”diharapkan kompetisi seperti ini tetap berkelanjutan,
selain itu perlu dilaksanakan pertandingan untuk umur 17, 19, dan 21
tahun” katanya.

Dari hasil seleksi melalui kompetisi selama dua hari, akhirnya klub
Bandar Madani berhak mewakili Parepare untuk kompetisi tingkat
provinsi, selanjutnya kompetsi Nasional hingga akhirnya ke Tahiland,
itu jika memenangkan semua tingkatan turnamen Yamaha U-13 Football Festival Road to ASEAN Cup 2011.

Sementara pengurus Persipare, Rahmat Syam kepada parenews.com siang tadi, Minggu (17/04/2011) mengatakan, Pembentukan suatu tim sepak bola harus matang dan membutuhkan waktu cukup panjang karena menyangkut jam terbang dan kemampuan bermain.

“Kemampuan bermain sepak bola seorang anak, harus diasah terus-menerus untuk mewujudkan pemain cemerlang. Untuk itu, sejak usia dini seorang anak harus dikawal dengan seksama agar dia selalu berkonsentrasi dan tak pernah lepas dari dunia sepak bola,” ujar Rahmat. (rusdi)

Did you like this? Share it:

Pelanggan TV Kabel Tidak Nikmati Piala Dunia

PAREPARE.Pelanggan TV kabel Parepare, bakal tidak menikmati siaran langsung pertandingan

sepak bola piala dunia di Afrika Selatan. Pasalnya, pemegang hak siar piala dunia tidak

memberikan ijin penyiaran lewat TV kabel atau menyebar luaskan siaran tersebut.
Pemegang hak siar Electronic City Entertainment (ECE) selaku pemegang hak siar piala dunia 2010, tidak memberikan ijin kepada pengeloal Tv kabel di Parepare untuk menyebar luaskan siaran pila dunia 2010 ke pelanggangnya. Hingga akhirnya, sekitar 50 pengusah TV kabel setempat mendatangi DPRD Parepare siang tadi, Jum’at (11/6) untuk memecahkan persoalan yang dihadapi itu.
Tuntutan pengeloal TV kabel ke DPRD Parepare agar mensikapi larangan dari ECE untuk penyiaran pertandingan sepak bola piala dunia tahun 2010 yang rencananya digelar perdana malam ini, Jum’at (11/6), direspon anggota DPRD setempat dengan menyarankan kepada pengeloal TV kabel untuk mengambil siaran asing untuk didistribusikan ke pelanggang.
Salah seorang pengeloal TV kabel, H.M Yunus kepada Parenews sore tadi mengatakan, ECE yang menjadi pemegang hak piala dunia untuk wilayah Indonesia merupakan perusahaan ritel dan distribusi barang elektronik, memasarkan reciver yang dapat digunakan untuk mengakses siaran pertandingan sepak bola piala dunia 2010. Hanya saja, siaran yang ditangkap itu tidak boleh disebar luaskan apalagi melalui jaringan Tv kabel berlangganan.
“Kami sebenarnya sudah membeli reciver produk ECE, hanya saja, kami tidak dibenarkan untuk menyebar luaskan tayangan piala dunia tersebut. Jika hal itu dilanggar, sanksi hukum yang akan dijatuhkan pada pengelola TV kabel sangat berat, bahkan denda sampai miliaran rupiah,” ujar Yunus.
Lebih jauh dikatakan Yunus, untuk mensikapi larangan ECE dala menyebar luaskan siaran piala dunia, pihaknya telah menyiapkan perangkap untuk mengakses jaringan TV asing yang metiarkan langsung piala dunia.
“Kami menghimbau pelanggan TV kabel agar tidak gusar menanggapi sikap ECE melarang penyebar luasan siaran piala dunia. Kami telah menyiapkan perangkap untuk mengakses jaringan TV asing yang memiliki hak siar. Salah satu TV asing yang rencananya akan kami akses siarannya yaitu, TV 1 Malaysia. Jadi pelanggan TV Kabel bisa mencari chanel TV 1 untuk menikmati pila dunia sebentar,” terang Yunus.
Sementara itu, sjumlah cafe di Parepare telah menyiapkan fasilitas nonton bareng secara gratis, ini merupakan langkah mensikapi pelarangan penyebar luasan siaran piala dunia oleh pengang hak siar.
Sekedar dikatehui, umumnya masyarakat Parepare menikmati sejumlah siaran TV, baik lokal, Nasional maupun siaran TV asing hanya melalui jaringan TV kabel, karena tidak adanya stasiun relay di Parepare. (ruslan nawir)

Did you like this? Share it:

Warning: call_user_func_array() [function.call-user-func-array]: First argument is expected to be a valid callback, 'wpz_footer' was given in /home/parenews/public_html/wp-includes/plugin.php on line 405

Slider by webdesign

WATAMPONE.Pihak Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Watampone melakukan pemotongan beasiswa terhadap ratusan mahasiswa secara sepihak tanpa alasan jelas. Akibatnya puluhan Mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa dengan menprotes kebijakan pihak STAIN yang dinilai sepihak, Senin (30/05/2011). Demonstran yang menamakan diri Forum Mahasiswa Pro Demokrasi (FMPD) dihalaman kampus STAIN Watampone, menuntut transparansi pihak STAIN mengenai kebijakan pemotongan beasiswa yang didapatkan oleh ratusan mahasiswa. "Kita melakukan aksi pada hari ini dengan harapan ada forum bentuk civitas akademik, kemudian mengundang seluruh mahasiswa untuk memberikan penjelasan secara tranparansi tentang beasiswa yang selama ini ada pemotongan dengan alasan peruntukan honor panitia. Tindakan pemotongan tersebut merupakan bentuk penyimpangan, karena hak mahasiswa diambil alih oleh oknum-oknum tertentu, " tutur Enal salah seorang demonstran kepada parenews.com. Demonstran juga menuntut pihak STAIN untuk memberikan penjelasan terhadap keberadaan mobil dinas yang telah lama tidak berada di kampus agar segera dihadirkan di kampus STAIN. Demo yang digelar mahasiswa tersebut sebelumnya berlangsung tertib, namun tiba-tiba ricuh dan nyaris bentrok antara mahasiswa dengan satpam kampus. Ini dipicu, saat Satpam mengusir mahasiswa keluar halaman kampus atas perintah Kepala Bagian Umum STAIN, Sulaiman Rafi.(yusdi)

Compression Plugin made by Web Hosting