Kategori: Travel

Waterbom Wahana Baru Warga Parepare

PAREPARE. Kendati pihak pemerintah kota Parepare akan memanjakan warganya dan sekitar

Parepare dengan menarik investor untuk membangun wahana baru yakni waterbom yang terletak di

Jalan Abubakar Lambogo atau dalam permandian wisata kolam renang Ujung Lare. Sayangnya,

wahana baru ini belum sempat dinikmati warga langsung menuai masalah.
Waterbom Parepare ini diklaim sebagai wahana air terbesar dan terlengkap di wilayah

Ajattappareng. waterbom Ujung Lare merupkana wahanan permainan air yang kesemuanya membuat

adrenalin kita bergetar dan kesembur air. Dan akan asyik jika kita menikmatinya bersama

teman-teman atau keluarga.
Dan wahana ini juga menawarkan adrenalin yang lebih ekstrim lagi dimana disini kita

ditawarkanuntuk memilih apakah mau meluncur dengan muka didepan alias tengkurap atau muka

dibelakang dengan posisi telentang dari ketinggian. Khusus untuk posisi tengkurap disediakan

berupa seperti papan selancar dari busa (kayaknya) dan kita akan meluncur mengikuti alur

pipa yang berkelok. untuk posisi telentang kita hanya turun dari ketinggian yang lebih

tinggi dan akan merasakan bagaimana rasanya jatuh tergelincir dari ketinggian diatas sepuluh

meter.
Selain wahana-wahan diatas juga masih ada beberapa wahana anak-anak yang juga dilengkapi

fasiltas bermain, sperti dalam kolam khusus anak-anak terdapat alat berenang yang menyerupai

angsa.
Untuk mencapai Waterbom ini gampang sekali, bagi warga Sidrap, cukup singgah di Terminal

Lapadde dngan naik angkot hanya memakan waktu 5 menit sampai tujuan, begitupun warga yang

berada di Pinrang dan Barru atau tepatnya, lokasi waterbom berada di tengah kota Parepare

yang letaknya cukup strategis dijangkau.
Yang jelas pengelola, berusaha menyuguhkan sarana rekreasi yang membuat betah didalam areal

permandian wisata kolam renang Ujung Lare. Namun mimpi warga menikmati wahana waterbom,

tertahan sejenak untuk diwujudkan jadi kenyataan. Ini Dikarenakan masih saling lemparnya

tanggung jawab antara eksekutif dengan legislatif, dimana saling menyalahkan pengoperasian

wahana rekreasi tersebut.
Tuntutan seklompok masyarakat yang mengatas namakan duiri lintas LSM tadi siang,Selasa 14

September 2010, diharapkan dapat mewujudkan impian warga menikmati wahana waterbom. Hanya

saja, tidak ada hasil yang didapat dan kepastian akan dibukanya waterbom Ujung Lare.(ruslan

nawir)

Did you like this? Share it:

DPRD Didesak Buka Water Boom, Pemkot Ditekan

PAREPARE.Sarana rekreasi kolam renang Ujung Lare yang dilengkapi water boom, rencananya

dibuka bertepatan Hari Raya Idul Fitri, 10 September 2010. Namun pengunjung menuai kecewa,

pasalnya pihak DPRD belum memberikan restu operasional. Sementara Pemerintah kota mengaku

ditekan Legislator untuk menunda pengoperasiannya. Akhirnya sekelompok masyarakat setempat,

mendatangi DPRD Parepare siang tadi dengan tuntutan pembukaan sarana rekerasi water boom.
Sekitar pukul 10.30 siang tadi, Selasa 14 September 2010, sekurangya 20 orang yang mengatas

namakan diri lintas LSM Kota Parepare tiba di gedung DPRD, mereka diterima oleh wakil ketua

DPRD Parepare, Andi Darmawangsa, ketua Komisi III, Ir. Kaharuddin Kadir serta dua anggota

DPRD, H. Rahman Saleh dan Syafri Tajuddin.
Salah seorang perwakilan Lintas LSM, Zainal Azis Mandeng kepada DPRD menuntut agar sarana

rekreasi water boom yang terletak di Jalan Abubakar Lambogo Parepare itu dibuka, karena

sangat dirindukan oleh masyarkat Parepare untuk dinikmati. Pasalnya, sarana rekreasi

tersebut baru pertama kalinya ada di kota Niaga ini.
“Masyarakat Parepare haus hiburan, maka tidak ada salahnya jika water boom tersebut dibuka

sembari menunggu petunjuk pelaksanaan pengoperasian antara DPRD, Pemerintah kota Parepare

serta pihak pengelolah,” kata Zainal.
Menurut Zainal, larangan pengoperasian sarana rekreasi tersebut, mencerminkan anggota DPRD

tidak berpihak kepada rakyat. Karena pengoperasian kolam renang ujung lare akan memberikan

nilai tambah bagi masyarakat Parepare dengan terdongkraknya perekonomian masyarakat.
Sementara itu, ketua Komisi III DPRD Parepare, membantah jika DPRD mencegah pengoperasian

sarana kolam renang ujung Lare yang dilengkapi water boom itu.
“Malah Pemerintah Kota Parepare melayangkan surat ke DPRD Parepare agar permandian wisata

kolam renang Ujung Lare tidak difungsikan dulu. Surat penyampaian penundaan pengoperasian

kolam renang tersebut ditanda tangani Sekretaris Kota Parepare,” jelas Kaharuddin.
Untuk menperjelas keterangan Kaharuddin, anggota lintas LSM tersebut bergerak ke rumah

jabatan Walikota Parepare. Kepala Bahagian Humas Pemerintah Kota Parepare memberikan

keterangan di Rumah Jabatan Walikota Parepare, siang tadi,  Selasa 14 September 2010 bahwa,

surat Pemerintah Kota Parepare ke DPRD untuk penundaan pengoperasian kolam renang, karena

adanya tekanan dari anggota DPRD sendiri untuk tidak mengoperasikan permandian wisata kolam

renang Ujung Lare.
Kerena tidak adanya kepastian akan dibukanya sarana permandian wisata kolam renang Ujung

Lare, akhirnya sekelompok masyarakat yang tergabung dalam lintas LSM se Kota Parepare

membubarkan diri dari Rumah Jabatan Walikota Parepare. (ruslan nawir)

Did you like this? Share it:

Obyek Wisata Parepare Stagnan

PAREPARE. Sejumlah obyek wisata Parepare cukup potensial dikembangkan, namun karena tidak

gencarnya promosi sehingga mengalami stagnasi. Ini dipicu karena tidak adanya anggaran

promosi dialokasikan pemerintah Kota Parepare. Demikan disampaikan, Drs. Mukhlis Salam,

M.Si, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Olah Raga Parepare.
“Seharusnya Legislatif memikirkan potensi obyek wisata yang ada di Kota Parepare, banyak

lokasi bisa dikembangkan sebagai obyek wisata yang bisa menarik wisatawan asing maupun

Selengkapnya »

Did you like this? Share it:

Penggemar Wali Kotak Banjiri Lapangan

Parepare. Optimisme panitia konser urban mild dengan mengusung band ternama Wali dan Kotak, terwujud dengan dipadatinya ribuan penonton yang menyaksikan pertunjukkan kaloborasi dua band ternama itu tadi malam, Jum’at (16/4) dilapangan Andi Makkasau Parepare.
Kendati konser baru digelar pukul 20.00, namun antrian panjang penonton memasuki lokasi konser sudah mulai sejak pukul 18.30 waktu setempat, sehingga panitia dengan dibantu petugas keamanan dari polresta Parepare, harus bekerja ekstra keras menertibkan antusiasme penonton.
Tampilan pertama band kotak dengan vokalis Tantri membawakan lagu hitsnya, membuat ribuan penonton sekan terhipnotis dengan teriakan dan goyangan mengikuti aksi panggung sang vokalis andalan band yang lagi naik daun itu. Penguasaan panggung Tantri begitu lincah dengan dipadu vokal khas, membuat penonton memadati lapangan Andi Makkasau spontan histeris. Selengkapnya »

Did you like this? Share it:

Warning: call_user_func_array() [function.call-user-func-array]: First argument is expected to be a valid callback, 'wpz_footer' was given in /home/parenews/public_html/wp-includes/plugin.php on line 405

Slider by webdesign

PAREPARE.Pemerintah kota Parepare lamban melakukan pencegahan korupsi bahkan sejumlah pejabat setempat terkesan melakukan pembiaran terhadap potensi terjadinya korupsi. Ini ditandai terjadinya kecurangan yang dilakukan panitia tender pada sejumlah paket proyek yang dilelang tahun anggaran 2010, demikian dikatakan H.A Ridha Ali penasehata Tim Tujuh kepada Parenews siang tadi di Posko Tim Tujuh Jalan Abubakar Lambogo Parepare, Senin 23 Agustus 2010. "Kami menemukan potensi terjadinya kerugian negara pada proyek tahun anggran 2010 yang digelar pemerintah kota Parepare, terdapat pada tahap pembentukan lelang, prakualifikasi perusahaan, penyusunan dokumen lelang, tahap pengumuman dokumen lelang, dan tahap penyusunan harga perkiraan sendiri," kata Ridha Ali. Dijelaskannya, pengguna anggaran dan jajaran telah diintervensi dari penguasa atau pengendali pemerintahan kota Parepare sehingga penawar yang mendekati pagu anggaran rata-rata dimenangkan pada lelang proyek baru-baru ini. "Tindakan yang dilakukan pengguna anggaran beserta panitia lelang dengan menggugurkan penawara terendah, jelas merugikan diri sendiri. Kalau sudah masuk penjara, belum tentu orang yang telah diberi fasilitas mau menolong," terang Ridha Ali. Mantan anggota DPRD ini telah berkali-kali mendesak Walikota Parepare untuk turun tangan menperbaiki model yang dipertontonkan panitia tender, dengan melakukan tender akal-akalan saja, yang mana pemenangn ya telah diketahui sebelumnya, ini dibuktikan, penawar yang mendekati pagu umumnya dimenangkan. "Tim Tujuh telah menawarkan kepada Walikota untuk bersama-sama dengan panitia dan pengguna anggaran dan instansi terkait untuk membedah keputusan panitia yang memenangkan penawar tertinggi. Namun sampai saat ini belum juga ada upaya Zain Katoe untuk menpertemukan Tim Tujuh dengan pihak terkait pada proses tender proyek tahun anggaran 2010," kata Ridha Ali. Penasehat Tim Tujuh ini menilai, Walikota Parepare terkesan melakukan pembiaran terhadap proses tender proyek akal-akalan, jual beli proyek terlihat nyata dan korupsi semakin nampak seolah tidak terkendali lagi. "Herannya,penegak hukum seharusnya melakukan tindakan preventif untuk pencegahan korupsi, justru tidak bereaksi," katanya. Ridha mengakui, gerakan tim Tujuh kurang direspon oleh Walikota, DPRD dan penegak hukum kota Parepare, namun Tim Tujuh tidak akan berhenti melakukan upaya hukum baik melalui PTUN maupun Tipikor demi penyelematan keuangan negara. (ruslan nawir)

Compression Plugin made by Web Hosting